Selasa, 16 Oktober 2012

Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia


Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia


Periode Sejarah Bangsa Barbar Scythia
Sejarah bangsa Scyth/Scythian periode 750-225 SM adalah sebagai berikut:

  • 750 SM: Orang-orang Scyth/Scythia/Scythian (Saka), suatu kelompok penggembala nomad Indo-Eropa, tinggal diantara Don dan Carpathia.
  • 674 SM: Partatua, Raja Scythian menikah dengan seorang ratu bangsa Assyria.
  • 653 SM: Scythian menyerang kerajaan Media.
  • 626 SM: Medes mengalahkan Scythian.
  • 620 SM: Bangsa Scythian menerobos celah Darial di pegunungan Kaukasus menuju Ninoi (Niniveh) dengan menghancurkan Azerbaijan, Mazandran, Jailan, dan Kurdistan.
  • 612 SM: Scythia bekeeja sama dengan Mede/Media dan Babylonia menyerang dan menaklukkan Niniveh, ibukota Assyria.
  • 530 SM: Raja Cyrus dibunuh oleh Ratu Tomyris, seorang ratu dari bangsa Massagetae, yang merupakan anak dari seorang suku Scythia yang hidup di Laut Kaspia.
  • 514 SM: Darius, Raja Persia menyerang Scythia.
  • 424 SM: Herodotus (Bapak Sejarah) menulis kisah bangsa Scythia dalam bukunya yang berjudul The Histories.
  • 360 SM: Raja Atheas menyatukan semua suku Scythia dan memperluas teritorialnya sampai perbatasan Makedonia.
  • 339 SM: Atheas dari Scythia terbunuh dalam perang melawan Raja Philip dari Makedonia.
  • 331 SM: Scythia bergabung dengan Raja Darius untuk memerangi Alexander The Great di Gaugamela. Kemenangan berpihak pada Alexander The Great dari Makedonia putra Philip.
  • 225 SM: Bangsa Celt di barat dan suku Sarmatian di timur menghancurkan kerajaan Scythian.


Raja-raja Scythia 

Dalam bukunya The Scythian karya Tamara Talbot Rice, dia membuat daftar raja-raja yang pernah memimpoin gerombolan bangsa Scythia. Seperti dibawah ini:
  1. Targiatus, dianggap sebagai pemimpin dinasti Phalatae.
  2. Colaxis, yang kemungkinan adalah pendiri dinasti kerajaan Scyth.
  3. Spargapeithes.
  4. Lycus, anak Spargapeithes.
  5. Gnurus, putra dari Lycus.
  6. Partatua (Prothotes) dan anaknya Madyes, berkuasa di Urartu sekitar tahun 630 SM.
  7. Saulius, saudara laki-laki Anacharsis, memerintah pada tahun 589 SM.
  8. Idhantyrsus, bersama dengan Taxacis dan Scopacis melawan Darius pada tahun 516 SM.
  9. Ariapeithes, putra dari Idantyrsus menikah dengan seorang perempuan Yunani dari Istrus seperti orang Scythia dan saudara perempuan dari Thracian, kepala suku Teres.
  10. Scyles, putra dari Ariapeithes.
  11. Octomasades, menggantikan Scyles tepat sebelum Herodotus.
  12. Arianthus, dia mengadakan sensus atas warganya.
  13. Aristagoras memimpin pada tahun 495 SM.
  14. Aertes terbunu dalam pertempuran melawan Raja Philip dari Makedonia pada tahun 334 SM dalam usia 90 tahun.
  15. Agarus melindungi putra termuda Bosphoran, pemimpin Spartocus. Kemudian ia digantikan oleh Pairisades I, orang yang menolak membayar upeti yang berkaitan dengan Scythia. Sebagai akibatnya, dia dibunuh oleh Agarus dalam pertempuran pada tahun 310 SM.
  16. Polakus putra Scylurus.
Banyak raja Scythia yang digelari "Idan Thyrsus", berasal dari kata "Thurs" atau "Thors" yang berarti manusia yang kuat atau "hero" atau perkasa. Dalam bahasa Teuton, kata tersebut berarti a strong robber, seorang perampok yang kuat. Nama Thor sebagai dewa kekuaktan sudah dikenal luas. Jika dikaji dari bahasa Sansekerta, akar kata ini adalah "Thra : jadilah kuat atau perkasa" yang secara radikal adalah "Thrag".

Dengan menganalisis kata Thrag tersebut, dapat diketahui bahwa kata tersebut dapat dihubungkan dengan kata Turk . Dalam bahasa Arab, kata Turk (Taroka) berarti tertinggal, merujuk pada suatu bangsa yan tetinggal di balik gunung. Dalam sumber-sumber Islam, bangsa Turk atau Turki adalah bangsa yang hidup dibalik pegunungan utara, di balik Pegunungan Kaukasus, Pegunungan Hindukush.

Pada fase awal pembebasan Islam zaman khalifah Utsman Bin Affan, sebagian bangsa Turki ini sudah tinggal di Armenia, Azerbaijan, yang berarti mereka telah keluar dari balik pegunungan Kaukasus. Ketika melakukan ekspedisi dalam rangka memerangi Kerajaan Persia, pasukan Islam sempat bertemu dengan orang Turki ini. Pasukan Islam diperintahkan untuk tidak mengganggu orang Turki. Hal itu merupakan tanda ketaatan mereka pada hadis Rasulullah Muhammad S.A.W yang menyebut, "Biarkanlah bangsa Turki selama mereka membiarkanmu".

Dalam beberapa tafsir Al Qur'an, bangsa Turki yang masih tinggal di balik Pegunungan Utara dianggap sebagai bangsa Ya'juj Ma'juj. As-Sa'di menyebutkan Ya'juj Ma'juj adalah bangsa besar yang berasal dari keturunan Yafits bin Nuh, termasuk wilayah Turki dan yang lainnya.
Pada zaman penyebaran  Islam  yan dimaksud wilayah Turki adalah kawasan di balik Pegunungan Kaukaf (Kaukasus) yaitu di utara pengunungan Kaukasus, di Padang Rumput Eurasia. Bangsa Turki yang masih tinggal di balik gunung ini disebut sebagai nenek moyang Ya'juj dan Ma'juj, sebagaimana yang disebutkan dalam Tafsir Al-Maraghi.


Saudara sebangsa Scythia

Bangsa Ya'juj Ma'juj Scythia tak sendirian menghuni padang rumput Eurasia. Jika dikaitkan dengan analisis mendalam tentang sejarah bangsa-bangsa di Padang Rumput Eurasia, dapat diketahui bahwa suku-suku Yakjuj Ma'juj Scythia berasa dari ras Indo-Eropa. Beberapa suku Yakjuj Ma'juj yang berada di Padang Rumput Eurasia adalah suku Arya, Xiongnu, Hun, Mongol, dan Tartar. Semua suku ini disebut oleh orang Arab sebagai bangsa Turk yaitu bangsa yang tingaldi balik pengunungan utara. Suku-suku ini berasal dari nenek moyang yang sama, yaitu Yafits bin Nuh. Mereka adalah bangsa nomad berkuda yang kerap menerobos celah-celah sempit yang hanya diketahui oleh mereka sendiri.
Mereka diberi julukan berbeda oleh para mangsanya, sesuai zaman dan tempat yang mereka jajah.
Anehnya, beberapa penelitian terakhir menunjukkan identitas suku Scythia berasal dari keturunan Israel. Pada saat ini, secara tradisional diketahui bahwa ada banya kelompok etnik Eurasia yang merupakan keturunan bangsa Saka-Scythia. Berdasarkan penelitian DNA, indikasi tersebut juga ada, berdasarkan Teori Haplogroup oleh Hanok ben Galutyah (2007). Sebagian besar orang Eurasia yang ada saat ini adalah keturunan Israel Semit, bukan keturunan Japhet, seperti yang diungkapkan para sejarawan Kristen.
Keterangan Hanok ben Galutyah tersebut dapat mematahkan pernyataan para Evangelis dan Zionis bahwa gog Magog yang akan muncul pad akhir zaman adalah kelompok bangsa-bangsa Muslim.
Sebelum dijajah rusia, orang Scythia di Siberia dipercaya menyembah matahari atau dikenal sebagai Tengrianism, menurut bahasa Turki dari Asia Tengah. Mereka beragama Shaman, ketika Rusia menjajah penduduk Scythia mulai berganti agama menjadi Kristen Ortodok.


Republik Sacha : Negara Scythia modern ?

 

Didalam internet, ada website tentang sebuah negara yang bernama Republik Sacha. http://de.wikipedia.org/wiki/Republik_Sacha
Negara ini terletak di Siberia, Rusia utara dengan bendera bersimbol kuda dengan seorang penunggang yang membawa bendera. Simbol-simbol seperti itu adalah simbol yang biasa digunakan oleh suku-suku Scythia, yamg merupakan suku pertama di bumi yang berhasil menjinakkan kuda. Model bendera tersebut mirip dengan simbol-simbol yang ada di Mongolia.


Bukti Arkeologis bangsa Ya'juj Ma'juj Scythia mendiami wilayah Eurasia

Pada tahun 1995, beberapa ahli arkeologi Rusia menemukan mumi seorang laki-laki penunggang kuda bangsa Scythia. Mumi yang berusia 2.500 tahun ini ditemukan dalam keadaan terkubur dalam potongan es setebal tujuh kaki di Siberia, berdekatan dengan perbatasan Mongolia dan Cina. Mumi tersebut terletak di dataran tinggi Ukok dengan ketinggian lebih dari 6.500 kaki di atas permukaan laut. Dataran Ukok adalah daratan batu tebal dan tertutup es sepanjang tahun. Kondisi itulah yang menjadikan jasad penunggang kuda Scythia itu awet. Mumi Scythia ini dikuburkan dengan upacara tertentu. Ia memakai mantel bulu binatang dengan sepatu boot tinggi kulit disertai dengan kuda di sampingnya. Dan juga peralatan seperti kapak, anak panah, dan belati.
Fakta bahwa budaya Scythia ini meluas hingga lebih dari 2000 mil ke timur Ukraina, dan dibuktikan dengan penemuan makam di Lembah Chilikta di timur Kazahktan yang diberitakan Rusia pada 1965 : "...ini membuktikan budaya benda-benda buatan Scythia tersebar hingga ke perbatasan Mongolia sejak abad ke-6 SM"
Kuburan orang Scythia pada abad ke-6 hingga ke-2 SM banyak tersebar di kawasan utara dan timur Laut Hitam. Dalam banyak kasus, Herodotus membuat garis batas pada zamannya sebagai "Scythia". Para penelitia dari Sovyet berusaha keras mengungkap bukti arkeologis dari pekuburan bangsa Scythian yang ditemukan di area yang luas di utara. Ada lebih dari 1200 kuburan di kawasan Crimea yang diteliti oleh A.Lskov, antara tahun 1961 hingga 1972.
Ratusan kuburan orang Scythia dari abad ke-4 dan ke-3  M ditemukan sejak tahun 1930-an oleh B. Grakow, A.Trenoschkin, dan E.Tsrechenenko di Ukraina. Salah satu pengaruh penemuan Sovyet (sekarang Rusia) ini adalah penemuan-penemuan menjadi bukti otentik kebenaran tulisan Herodotus tentang bangsa Scythia. Karena itu, para ahli pelopor tentang Scythia yaitu, Tamara Talbot Rice, T.Sulimirski dan lainnya menyatakan tulisan tentang Scythian yang ditulis oleh Herodotus dapat dipertahankan kebenarannya.
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa bangsa Scythia adalah bangsa Gog  Magog (Ya'juj dan Ma'juj) yang mendiami kawasan utara Asia (Padang rumput Eurasia) secara mengembara. Hali ini dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan arkeologi pekuburan dan mumi orang Scythia. Keturunan mereka tersebar dari Eropa Timur (Ukraina, Rumania, Rusia) hingga ke Mongolia.


Penduduk asli Republik Sacha

Bersambung.


Siapakah Ya'juj Ma'juj Scythia ?

Siapakah Ya'juj Ma'juj Scythia ?


"Mereka berkata, "wahai Zulkarnain, sungguh Ya'juj dan Ma'juj (makhluk yang membuat kerusakan di bumi), bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?" (Q.S. Al-Kahfi 94)

Salah satu tanda besar datangnya kiamat yaitu munculnya Dajjal dan  Ya'juj Ma'juj. Jika tentang Dajjal telah banyak literatur yang membahasnya, baik ciri fisik maupun polahnya. Berbeda dengan Ya'juj Ma'juj, sangat jarang literatur yg membahasnya.  Siapakah sebenarnya Ya'juj Ma'juj itu, yang kisahnya terdapat dalam Al Qur'an ? Berikut sekelumit tulisan tentangnya.

Dalam tradisi Yahudi, Ya'juj Ma'juj disebut dengan Gog Magog. Sejak kapan, pada zaman apa, dan pada zaman nabi siapa merupakan sebuah rangkaian pertanyaan yang menarik dikaji lebih lanjut.
Didalam sumber Perjanjian Lama, tercatat 14 kali penyebutan Gog yang tersebar dalam 11 ayat (dalam dua kitab, yaitu Taw 1 dan Ezekiel). Dalam Perjanjian Baru, terdapat 1 kali penyebutan gog, yaitu pada kitan Wahyu 20:8 .

Kitab Ezekiel 38:2 "Wahai anak manusia, tunjukkanlah mukamu kepada Gog di tanah Magog, yaitu Raja Agung Negeri Mesekh dan Tubal serta benubuatlah melawan dia."
Ezekiel menyebutkan Gog Magog adalah Raja Agung Negeri Mesekh dan Tubal (Yeh.38:2-3 dan 39:1). Menurut Leksikon Ibrani no.1463 (didalam Sabda Web), Gog tertulis GWG atau Gowg (baca: gohg), diartikan dengan tiga pengertian, yaitu:
  • Gog sebagai mountain (pengunungan)
  • Gog sebagai seorang keturunan Reuben anak Shemaiah
  • Gog sebagai raja masa depan dari Rosh, Mesech.

Jika didasarkan pada informasi tersebut (Gog sebagai mountain), bisa jadi nama Pegunungan Caucasus berasal dari kata Goug-Gauga-Couca-Cauca, yaitu pegunungan tempat kediaman orang keturunan Gog. Bisa juga diartikan bahwa Gog adalah orang gunung (seperti orang Badui) yang tidak mengenall budaya kota  sehingga perilaku mereka lebih kasar, kurang sopan santun. Mereka mendiami kaki Pegunungan Gougz/Caucasus.

Menurut leksikon Ibrani (SabdaWeb) Magog disebut dengan mgwg atau magowg yang berarti Land of Gog (Tanah Magog). Ada dua penjelasan tentang Magog:
  • Magog termasuk anak kedua dari Yafith bin Nuh (Magog adalah cucu nabi Nuh), dan keturunan dari beberapa suku-suku sebelah utara Israel.
  • Daerah pegunungan antara Cappadocia-Media dan tempat kediaman keturunan Magog, putra Japheth/Yafith dan cucu lak-laki Nuh.

Dalam leksikon Yunani bernomor 3089, Magog tertulis Magwg (baca: Mag-ogue), yang diartikan sebagi covering atau menutupi. Diartikan sebagai tanah di sebelah utara Israel yang dari sanalah Raja Gog akan datang menyerang Israel.
Lambert Dolphin, dalam The Table of Nation, menyebutkan Mesekh adalah Moskow, dan Tubal adalah Tobolsk. Jika dilihat pada peta modern, diua wilayah tersebut berada di kawasan utara, yaitu Stepa/padang rumput Eurasia.


Garis Keturunan Ya'juj Ma'juj

Berdasarkan kitab Kejadian I Genesis 10: 1-2 secara geneologi (garis keturunan), disebutkan bahwa Magog adalah salah satu anak dari Yafet/Japheth bin Nuh. Informasi tersebut sama dengan sumber-sumber Islam. Tafsir As- Sa'di menyebutkan, bahwa Ya'juj Ma'juj atau Gog Magog adalah satu bangsa besar yang berasal dari keturunan Yafits bin Nuh. Yafits kadang disebut Yafith, Yafet, atau Japheth, dianggapa sama, yaitu tokoh yang termasuk dalam keturunan Nuh.

Kitab Kejadian 10 menyebutkan:
  1. Inilah keturunan anak-anak Nuh, yaitu Sem, Yafet, dan Ham. Sesudah banjir, ketiganya mendapat anak lelaki.
  2. Anak-anak Yafet ialah Gomer, MAGOG, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh, dan Tiras.

Dalam perkembangannya kemudian, anak-anak Yafet menurunkan berbagai macam bangsa.
  • Javan: Greeks (Yunani/Ionians)
  • MAGOG: Scythians (Scythia), Slavs, Irish, Hungaria
  • Madai: Mitanni, Mannai, Medes, Parsi, Indo-Arya, Kurdi
  • Tubal: Tabali, Georgia, Italia, Illyria, Iberia, Basque
  • Tiras: Thracia, Goth, Jute, Teuton
  • Meshech: Phyrgia, Caucasus Iberia, Algonquia
  • Gomer: Scythia, Turki, Armenia, Welsh, Pict, Irish, Jerman.

Didalam kitab An-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim, Ibnu Katsir menyebutkan Ya'juj dan Ma'juj (Gog Magog) adalah cucu Nuh dari keturunan Yafits Abi At-Turk.

Kemudian, Lambert Dolphin dalam The Table of Nation menyebutkan bahwa Magog mempunyai dua anak yaitu Scythia dan Georgia. Sedangkan History of The Briton karya Nennius menyebutkan anak Magog adalah Scythi dan Gothi.

Sementara Isaac Newton (1728) dalam bukunya The Chronology of Ancient Kingdoms Amended menyerbutkan bahwa Scythia adalah keturunan Japhet. Berikut terjemahannya;

"Semua langkah kaki ini adalah penghuni pertama Eropa, dan kepulauannya, melalui laut; sebelum zaman ini tampak dihuni sejumlah kecil manusia dari pantai utara Laut Euxine (Laut Hitam) oleh orang Scythia keturunan Japhet, yang mengembara tanpa rumah, dan melindungi diri mereka sendiri dari hujan dan binatang buas yang liar dalam semak belukar dan gua-gua di bumi."


Bangsa Scythia adalah Ya'juj dan Ma'juj

Tentang bangsa Scythia ini, inskripsi Yahudi-Kristen (New Terstament), Kolose 3:11 menyebutnya Skuyhv atau Skit.
"Dalam hal ini, tidak ada lagi perbedaan antara orang bukan Israel dan orang Israel, antara orang berkhitan dan yangtidak berkhitan, antara orang barbar dan orang Skit, antara hamba dan orang merdeka. Namun sebaliknya, Al-Masih adalah segala-galanya dan di dalam semuanya."

Didalam Perjanjian Baru kitab Wahyu 20:8 disebutkan tentang Gog Magog, tetapi kata Gog Magog itu hanya digunakan untuk menggambarkan kekuatan Iblis, yang dipercaya akan keluar pada akhir zaman.
"Dan ia akan keluar untuk menyesatakan bangsa-bangsa yang tersebar dikeempat penjuru bumi, seperti Gog Magog. Mereka akan dikumpulkan oleh Iblis untuk berperang. Jumlah mereka seperti pasir ditepi laut." (Wahyu 20:8)

Sumber-sumber Islam juga menyebutkan bangsa Scythia adalah Ya'juj dan Ma'juj. Seperti yan disebutkan dalam kutipan tafsir Al-Maraghi:

"Para ahli sejarah Arab dan Perancis mengatakan, dalam berbagai zaman, bangsa-bangsa ini (ya'juj dan Ma'juj) sering menyerang bangsa-bangsa tetangga. Mereka sering merusak bumi dan menghancurkan berbagai bangsa. Diantara mereka ada bangsa-bangsa buas turun dari bukit dari Asia Tengah, dan pergi ke Eropa pada masa dahulu, seperti bangsa Skith (Scythia), Sumeria, dan Hun. Mereka menyerang negeri-negeri Cina dan Asia Barat yang merupakan tempat menetap para nabi."


Lokasi Ya'juj Ma'juj Scythia

Dalam tradisi Yunani, seladang adalah lambang Taurus. Berdasarkan hal itu, dapat diketahui bahwa Pegunungan Seladang didalam inskripsi Gulungan Laut Mati (kolom 17, baris 7-19) adalah Pegunungan Taurus. Pegunungan ini sudah dikenal dalam kalangan orang Yunani sejak beberapa abad sebelum Masehi. Hal itu dapat dibuktikan dengan peta yang dibuat oleh orang Yunani bernama Erathosthenes pada tahun 149 SM. Pada peta itu tergambar lokasi pegunungan Taurus berbentang dari barat ke timur, yaitu dari Asia Kecil/Yunani (Turki sekarang) melintasi Asia hingga ke Lautan Pasifik di pantai timur Cina/Korea. Pada masa sekarang Pegunungan Taurus itu adalah rangkaian pengunungan Ararat di Turki-pegunungan Zagros di Iran-pegunungan Hindukush di Afghnaistan dan Pakistan- pegunungan Himalaya di India dan Nepal-pegunungan Tien Shan di Cina.

Dengan kedudukan istilah Pegunungan Seladang atau Pegunungan Taurus dalam inskripsi Gulungan Laut Mati, dapat diperkirakan inskripsi tersebut dibuat oleh orang Yahudi pada zaman kegemilangan bangsa Romawi-Yunani, yaitu antara tahun 200 SM-100 M. Potongan naskah Gulungan Laut Mati yang berjudul Ratapan Untuk Zion menunjukkan bagian tersebut ditulis setelah kenhancuran Jerussalem pada tahun 70 M. Sisa pelarian-pelarian Yahudi yang masih selamat bersembunyi di Gua Qumran, lalu membentuk komunitas di tempat tersebut. Kemungkinan di sanalah puisi ratapan terhadap Jerussalem dibuat.

Pegunungan Taurus adalah nama lain Pegunungan Kaukasus.  Victor Kachur (Ukraina, 1972) didalam tulisannya yang berjudul The Trans-Caucasian Migration of the Rusi Tribes, menyebutkan bahwa pegunungan Taurus adalah Kaukasus.
"Masudi (sejarawan dan pengembara Arab pad tahun 950 M)  memberi nama Al-Kaikh sebagai nama untuk pegunungan Kaukasus. Nama Kaukasus dalam bahasa Persia adalah Gaw Koh, Seladang Gunung. Nama Yunani nya yaitu Taurus, diperoleh dari terjemahan ini. Menurut Jordanes orang Scythian menamakan Caucasus dan Rhipaeus dan pada akhirnya disebut Taurus (Par.7). Jordannes menggambarkan seluruh sistem rangkaian pegunungan antara India dan Eropa-dan dengan begitu, dia memberikan keluasan geografi dari pengaruh Slavo-Scythian."


Sedangkan Craig White (2003) menyebutkan lokasi kediaman Gog Magog sebagai berikut:
"Di manakah lokasi Magog hari ini? Mereka bermigrasi melalui Rusia Selatan hingga ke tanah asal mereka sekarang, meninggalkan nama tempat seperti kota Mogliev, Mogiolistan, Pengunungan Mugojar, dan Pegunungan Mogol-Tau. Diantara penduduk Mongolia, Inner Mongolia (Mongolia bagian dalam), pusat, serta banyak dari ujung utara dan selatan China...dan serta beberapa penduduk Jepang adalah juga keturunan dari Magog. Dewasa ini, ada ratusan juta masyarakat China. Tidak mengherankan jika nama dari keturunan Japhet berarti -perluasan-, menyiratkan suatu kebesaran atau keluasan ras. Masyarakat yang lain adalah keturunan dari Magog (juga)"

Menurut peta yang dibuat oleh Martin Luther, bangsa Magog terletak di sebelah utara Pegunungan Kaukasus. Scythia terletak di dekat Laut Aral. Marthin membedakan Magog dan Scythia. Sementara itu, menurut Henry M. Morris, Magog dan Scythia sama-sama terletak di sebelah utara Pegunungan Kaukasus.

Dari sumber Islam, ada hadis dari Ibnu Abbas:
"Bumi itu terbagi menjadi enam. Lima bagian dihuni oleh Ya'juj dan Ma'juj, sedangkan yang satu dihuni oleh makhluk yang lain. Kitab suci Al Qur'an menyebutkan lokasi Ya'juj dan Ma'juj berada di belakang suatu pegunungan (dua gunung yang terpisah) yang di antara celah kedua gunung itu dibangun dinding penghalang oleh Zulkarnain. Al Qur'an surah Al-Anbiyaa ayat 96 menyebut Ya'juj dan Ma'juj akan turun dengan cepat dari sebuah tempat yang tinggi, -Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi-"


Gambaran dan Perjalanan Bangsa Scythia

Maulana Yusuf Ali (1983), dalam tafsirnya terhadap Al Qur'an, menyatakan Ya'juj dan Ma'juj adalah bangsa Asia Tengah, yang masih termasuk wilayah Eurasia. Mereka membuat jalan dan menetap, kemudian membentuk kerajaan. Suku-suku ini pindah ke arah barat dan mereka dikenal oleh bangsa Yunani dan Romawi sebagai Sythian ( nenek moyang orang Rusiaatau ras Slavia), yang dikenal juga sebagai Sakasun (Saxon). Keduanya adalah nenek moyang orang Eropa. Suku bangsa Asia Tengah yang pindah ke arah timur dikenal sebagai bangsa Cina dan Mongol (Ahmad As Shouwy dkk, Mukjizat Al-Qur'an dan As-Sunnah tentang IPTEK, 1995). 

Bangsa Scythian juga dikenal dengan sebutan Saka (Piero Scaruffi, A Timeline of the Barbars, 1999)

Abul Kalam Azad menyebut bangsa tersebut sebagai "Sitahin". Pada periode 700 SM, suku Sitahin ini muncul di panggung sejarah, menyerang daerah-daerah di Asia Bara. Salah satu serangan ini terjadi pada tahun 620 SM. Mereka melewati celah Darial di pegunungan Kaukasus dan sebagai bukti bahwa pasukan yang kejam itu sampai Ninoi (Kemungkinan, Niniveh), seperti biasa mereka memusnahkan Azerbaijan, Mazandran, Jailan, dan Kurdhistan (Muhammad Khair Ramadan Yusuf, Sejarah Otentik Zulqarnain: Panglima Penakluk dan Raja Shalih, 2003).

Akan tetapi penyataan tentang jalur sempit "Darial" sebagai jalan/celah keluarnya Ya'juj Ma'juj Scythia tidak sesuai dengan sumber inskripsi Yunani. Didalam buku The Histories, Herodotus (Bapak Sejarah) menyebutkan bahwa gerombolan Scythia keluar menuju Media dengan melewati Caspian Gates di Derbent, bukan Darial.

Dalam bukunya yang berjudul Yas'alunaka Min Zulqarnain, Azad menyebutkan barisan terdepan gerombolan Barbar suku Sitahin atau Scythia ini sampai di Ninoi sekitar tahun 700 SM. Kemunginan, tempat yang dimaksud itu adalah kota Niniveh, ibu kota kerajaan Assyria. Artinya gerombolan Ya'juj dan Ma'juj pernah keluar dan menjajah kota Niniveh.

Flavius Josephus yang hidup pada akhir abad pertama Masehi juga menyebutkan bahwa Magog (Ma'juj) disebut sebagai Scytian (orang Scyth) oleh orang Yunani (Flavius Josephus, Jewish Antiquites)

Jadi nama "Scythia" yang dilekatkan pada bangsa di Padang Rumput Eurasia ini adalah suku nomad yang tinggal di daerah teritorial kuno yang membentang dari Asia Tengah hingga ke bagian paling selatan Rusia kuno. Herodotus menulis bahwa bangsa Persia menyebut mereka dengan sebutan Sacae atau Saca. Orang Assyria menyebutnya sebagai "Ashkuz", "Khumri", dan "Gimirri", merujuk pada nama "Chimmeria". Artinya bangsa Chimmeria masih berada dalam satu ras dengan bangsa Scythia.

Ensiklopedia Britannica menyebutkan, "Scythia adalah penduduk pada abad ke-8 hingga 7 SM bergerak dari Asia Tengah ke selatan Rusia. Ahli sejarah Scythia Tamara Talbot,menjelaskan bahwa sebelum abad ke-8 SM, orang Scythia masih menjadi bangsa yang belum dikenal. Hingga abad ke-7 SM, mereka menjadi bangsa terkuat di selatan Rusia. Mereka berpusat di Altai (suatu tempat di perbatasan timur Rusia dengan perbatasan barat Mongolia dan Cina)

Sejarah mencatat bahwa peperangan antara bangsa Romawi-Yunani melawan bangsa Padang Rumput Eurasia, yaitu bangsa Scythia, telah sejak lama dan sering tejadi.


Scythia, Suku Penunggang Kuda Pertama

Bangsa Scythia adalah suku nomad atau pengembara yang andal menunggang kuda. Mereka mendominasi kawasan Asia Tengah atau Padang Rumput Eurasia dalam waktu yang cukup lama, yaitu pada zaman Classical Antiquity.  Sebagaian besar keturunan mereka mahir memanah sambil menunggang kuda. Sehingga mereka dikenal sebagai bangsa pemanah berkuda. Dalam sejarah mereka menyebut dirinya dengan sebutan "Skudat, yang diperkirakan mempunyai arti yang sama dengan "Archers=Pemanah".
Scythia atau Scythae berasal dari kata Sceot (to shoot=melempar). Sceotta berarti "seorang pemanah", tetapi mereka menyebut diri mereka dengan Scolotai, atau Sculas (Sceola) yang berarti seorang penembak atau pelempar atau pemanah (Alexander Murray, D.D., History of the European Languange, Edinburg, 1823)

Namun ada pula yang menganggap sebutan Scythia berasal dari kata "Saca" yang dibaca "Sos" yang dalam bahasa Ibrani berarti "Kuda", jika berdasarkan karakter mereka yang dianggap sebagai bangsa pertama penjinak kuda.
Dalam bahasa Ibrani, "Kuda atau Kereta berkuda" adalah "Soos" atau "Soos soos", tertulis "COWC" atau "CUC". Dari kata tersebut muncul istilah "Saca", yang kemudian menjadi Scythia. Suatu bangsa nomad berkuda yang menerobos pegunungan Kaukasus dan menyerbu peradabanDaerah  Subur di Timur Tengah. Jadi dapat diduga bahwa nama pegunungan itu berkaitan degnan bangsa Saca ini. "Caucasus" berasal dari kata "Cauc" dan "Sus". Dua kata ini mempunyai arti yang sama yaitu "Kuda". Kata "Cauc" berasal dari bahasa Ibrani atau Aramia yaitu "Cawc atau Cowc atau Cue", yang berarti "Kuda". Begitu juga dengan kata "Sus", berasa dari kata Ibrani dan Aramia "Soos", yang artinya "Kuda" juga. Jadi, "Cauca-sus" berasal dari kata "Cowc-Soos", yang berarti pegunungan tempat keluarnya bangsa berkuda.

Pada kali pertama munculnya bangsa Scythia, jauh sebelum tahun 1500 SM, sebagian besar peradaban di Timur Tengah belum mengetahui sama sekali tentang kuda sebagai alat angkut. Bangsa Mesir, Israel, dan Mesopotamia juga masih belum mampu menjinakkan kuda.  Hanya bangsa Scythia di Padang Rumput Eurasia yang saja yang mampu menjinakkan kuda. Ketika pasukan berkuda dari suku nomad Scythia memasuki dan menjajah Timur Tengah untuk pertama kalinya, penduduk Timur Tengah menyebut mereka sebagai -Bangsa Berkuda-.

Dalam bahasa Ossetia, kata "Scyth" disebut juga dengan kata "Sarmat" atau "Savromat" yang berarti "Pasukan Hitam" atau "Pasukan Gelap" (Abaev V.I., Ossetian Languange and Folfore, 1949) Dalam bahasa Turki, kata "Sarma" berarti "kantong bekal dari kulit binatang"
Arti tersebut berkaitan dengan udaya bangsa Scythia, yaitu manusia penunggang kuda yang membawa bekal sebagai ciri khas pengembara atau tentara. Mereka adalah Ya'juj dan Ma'juj, sebuah Pasukan Hitam atau Pasukan Gelap yang sering melintasi kawasan Ossetia untuk menerobos bagian tengah Pegunungan Kaukasus, menuju Asia Kecil dan Daerah Bulan Sabit Subur pada abad ke-8 SM oleh Scythia, hingga abad ke-4 M oleh Attila, Suku Hun.

(bersambung)

Akhir Sebuah Kejelasan Konspirasi Yahudi



Akhir Sebuah Kejelasan Konspirasi Yahudi

(The Jewish Conspiracy - Last Moment of Lucidity)

Henry Makow, Ph.D.

(Diterjemahkan oleh: Indriany Trijanto)


"Kita bahkan tidak dapat mengetahui bencana tanpa melihatnya dari sudut pandang "politik yang tidak benar." Hal itu membuat kita nostalgia terhadap laporan singkat yang semarak 90 tahun lalu ketika media utama masih menyebutnya sebagai isu yang paling mendesak sepanjang masa."

Setelah berakhirnya Revolusi Bolshevik, bangsa-bangsa yang beragama Kristen terbangunkan dari tidur mereka dan mengakui bahwa "Konspirasi Yahudi" bukan sekedar bagian dari imajinasi fanatik akan tetapi lebih merupakan sebuah kunci untuk memahami kondisi manusia.

Sejarah merupakan produk dari sebuah rencana jangka panjang okult yang direkayasa oleh para bankir Kabalis (Pemuja Setan) dalam rangka menundukkan umat manusia dengan menggunakan alat peperangan (untuk melakukan genosida), revolusi dan kehancuran sistem keuangan sebagai instrumen utama mereka.

Pada tahun 1920, setidaknya seorang tokoh yang bernama Winston Churchill berani untuk menulis:

"Dari zaman Spartacus-Weishaupt ke Karl Marx, hingga ke Trotsky (Rusia), Bela Kun (Hungaria), Rosa Luxemburg (Jerman), dan Emma Goldman (Amerika Serikat), konspirasi revolusioner diseluruh dunia ini berlangsung dalam rangka untuk menggulingkan peradaban dan dari atas, puing-puingnya disusun kembali masyarakat berdasarkan atas kemajuan (ide okult) yang tertolak, yang bersumberkan atas iri dengki, (terhadap ajaran Ilahi) setrta kesetaraan yang tidak mungkin diwujudkan terus semakin meningkat."



(Di Indonesia pemikiran Adam Weishaupt atau Spartacus berupa ajaran Atheis/Komunis disebarkan oleh tokoh-tokoh PKI (Partai Komunis Indonesia) a.l. seperti DN Aidit, Muso, Alimin, Tan Malaka, Semaun.-AZ)


Churchill nampaknya tidak tahu bahwa baik Zionisme maupun Komunisme keduanya merupakan perangkap konspirasi Luciferian, yang pada akhirnya ia pun kemudian mengabdikan diri kepadanya.

Dalam bukunya "The Decline of the West" (1918) Oswald Spengler mencatat bahwa hampir seluruh generasi dari kelas penguasa Jerman dan Inggris telah tewas dalam Perang Dunia I.

"Dengan demikian ras Anglo Saxon telah memasuki masa kemunduran yang tidak terelakkan yang memberi jalan kepada ras lain yang lebih kuat, kemungkinannya mereka yang berasal dari timur."

Semasa kebangkitan Komunisme dan migrasi besar-besaran orang Yahudi ke Amerika Serikat, banyak yang mengidentifikasikan kejadian tersebut sebagai penaklukan Yahudi.

Pada bulan Juli 1920, The Morning Post menerbitkan 18 rangkaian artikel yang mengatakan bahwa mereka telah lama ada, mereka "seperti kanker jantung dalam peradaban kita, sebuah sekte rahasia yang revolusioner, terutama yang berasal dari agama Yahudi, mereka bertekad untuk menghancurkan supremasi Kristen, mezhab dan martabatnya."

Dalam artikel pertama, seorang ahli Okult, Copin Albancelli, menyatakan bahwa "kekuatan Okult yang berada di belakang Freemasonry Revolusioner adalah pemerintahan rahasia bangsa Yahudi."

Artikel tersebut mengutip seorang Yahudi yang memeluk agama Kristen, Abbe Joseph Lehman, mengatakan bahwa adanya "antagonisme Ibrani dalam ajaran agama Kristen telah menyebabkan orang-orang Yahudi memanfaatkan perkumpulan rahasia untuk kepentingannya." Sejak dari zaman Musa, komplotan rahasia merupakan pemelihara "kebenaran paling luhur dari agama Ibrani" dan tidak seperti rata-rata orang Yahudi lainnya yang tunduk kepada dominasi dunia.

The Morning Post kemudian menegaskan bahwa Protokol Orang-orang Bijak Zion (Protocols of the Elders of Zion) bukanlah merupakan sebuah ceritera bohong. Tujuan Yahudi adalah mendirikan "pemerintahan dunia yang akan dipimpin oleh seorang raja dari keturunan Daud."

Protokol Orang-orang Bijak Zion menghubungkan Yahudi dengan Freemasonry. Ada "Masonry dalam atau Yahudi Masonry, kekuasaan pemerintahan yang sebenarnya, dan ada Masonry dari lingkungan luar atau non-Yahudi (Goyim) yaitu yang secara membabi buta mengikuti [pengarahan dari Masonry Yahudi]

Menurut The Morning Post, Protokol mendapatkan sanjungan dalam Revolusi Perancis: "Di atas reruntuhan aristokrasi alamiah Goyim, kami telah menetapkan aristokrasi kelas terdidik, dipimpin oleh aristokrasi uang."
The Morning Post mengkaitkan Protokol Orang-orang Bijak Zion (Protocols of the Elders of Zion) kepada Revolusi Rusia. Hal ini diketahui dari dukungan persekongkolan kaum Yahudi Kabalis terhadap kaum sosialis, komunis dan anarkis yang berada dibawah tipu muslihat para bankir yang seolah-olah "berkeinginan kuat untuk mengabdikan dirinya kepada kelas pekerja."

Setelah merekayasa kehancuran keuangan, maka Goyim "akan dipaksa untuk menawarkan kepada kita kekuasaan internasional yang akan memungkinkan kita (Yahudi Masonry) secara bertahap menyerap semua kekuatan besar dunia dalam rangka membangun pemerintahan super."


Nampaknya seperti Tata Dunia Baru (NWO) bukan?. Mereka yang non-Yahudi akan bekerja untuk Yahudi Kabalis yang berkuasa. Sebuah sistem pendidikan akan menghapus dari pikiran Goyim "mengenai memori mereka sebelumnya", dan "menetapkan agama Yahudi sebagai agama universal."

Tanda bahaya yang disuarakan oleh The Morning Post dikumandangkan oleh The Times of London. Pada bulan Mei 1920, Lord Northcliffe, salah seorang pemilik The Times, mencetak artikel mengenai Protokol Zion dengan judul "The Jewish Peril, A Disturbing Pamphlet, A Call for an Enquiry." ("Bahaya Yahudi, Sebuah Pamflet yang Menggelisahkan, Ajakan untuk Penyelidikan.") Menyimpulkan:
"Sebuah penyelidikan yang tidak memihak ini akan didokumentasikan termasuk sejarah mereka yang paling diinginkan ... Apakah kita akan mengabaikan masalah ini tanpa penelitian dan membiarkan pengaruh Protokol Zion dengan tidak mencegahnya?"

Namun tanda bahaya Protokol Zion ini tidak diindahkan oleh sebagian besar manusia. Sebagaimana dijelaskan oleh Hillaire Belloc dalam bukunya The Jews (1922), bahwa Kerajaan Inggris bagian terbesarnya merupakan hasil dari sebuah aliansi antara Keuangan Yahudi dan Aristokrasi Inggris di bawah aturan Kabbalisme yaitu Freemasonry. Para Kabalis Tatanan Dunia (Baru) "Yahudi" tidak lain adalah merupakan perpanjangan dari Freemasonry.

Sebagaimana dijelaskan oleh Douglas Reed dalam A Controversy of Zion, Lord Northcliffe dinyatakan gila dan diracun pada tahun 1922. Howell Gywnne, editor dari The Morning Post bertahan hingga tahun 1937 sampai koran itu dibeli oleh sekutu Rothschild dan bergabung ke dalam The Telegraph. Dengan tipu muslihat terbaru yang disebut Perang Dunia II, keluarga Rothschilds meraup keuntungan yang sangat besar.


Kesimpulan

Dunia dewsa ini merupakan gambaran dari sebuah rencana yang telah dibuat sejak berabad-abad lalu yang dituangkan dalam Protokol Orang-orang Bijak Zion (The Protocols of the Elders of Zion.) sebagai Cetak Biru pelaksanaannya.

Demokrasi merupakan sebuah teka-teki. Kita dewasa ini dikendalikan oleh sebuah kelompok pemuja Setan. Mereka adalah para bankir Kabalis yang memiliki (mengendalikan) politisi Kiri dan Kanan. Pendidikan membodohi kita. Media massa menipu, memecah belah dan merusak. Film yang paling populer mempertontonkan anak-anak yang saling membunuh sebagai hiburan para elit.

Kita diajarkan untuk merangkul homoseksualitas. Non-Yahudi harus dikebiri dan dipelihara.
Kita bahkan tidak dapat mengetahui bencana tanpa melihatnya dari sudut pandang "politik yang tidak benar." Hal itu membuat kita nostalgia terhadap laporan singkat yang semarak 90 tahun lalu ketika media utama masih menyebutnya sebagai isu yang paling mendesak sepanjang masa.

-----------
Catatan - Artikel ini berhutang budi kepada buku, "On a Field of Red- The Communist International & the Coming of WWII" 1981�, Oleh Anthony Cave Brown & Charles MacDonald. hal 202-204

Jim Stone in The Prague Cemetery Is it happening at street level?

Related - How the Maranos Saved England

Sumber: http://www.akhirzaman.info/yahudi/protokol/2141-akhir-sebuah-kejelasan-konspirasi-yahudi-.html

Original Source ; Henry Makow Ph.D

9 Tanda Kemunculan Al-Mahdi


9 TANDA KEMUNCULAN AL-MAHDI


1. Perang Iran-Irak

Akan ada huru hara di bulan Syawal (bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah), pembicaraan tentang perang di bulan Dzulqa'dah (bulan kesebelas dalam kalender Hijriyah) dan pecahnya perang di bulan Dzulhijjah (bulan kedua belas). (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 166)

Hadits lain menjelaskan keterangan perang ini sebagai berikut:

Sebuah bangsa/suku akan datang dari arah Persia, dengan menyeru, "Kamu bangsa Arab! Kamu begitu bersemangat! Apabila Kamu tidak memberi hak mereka yang sebenarnya, tidak satu pun akan bersekutu denganmu ... Hak itu harus diberikan kepada mereka satu hari dan kepadamu pada hari berikutnya, dan janji-janji kerja sama harus ditepati...! Mereka akan berangkat ke Mutekh; umat Islam akan turun ke lembah itu ... Orang-orang musyrik akan berdiri di sana di tepi sebuah sungai hitam (Rakabeh) di sisi lain. Akan ada perang di antara mereka. Allah akan mencabut kedua pasukan itu dari kemenangan ... (Al Barzeenji, Signs of the Judgment Day, hal. 179)


2.Pendudukan Afghanistan

Taliqan yang sangat miskin (sebuah wilayah di Afghanistan), yang di tempat itu berada harta Allah, tetapi bukan emas dan perak, tetapi terdiri dari orang-orang yang mengenal Allah seperti mereka seharusnya mengenalnya. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 59)
Ada suatu petunjuk bahwa Afghanistan akan diduduki selama Hari Akhir. Invasi Rusia ke Afghanistan berlangsung pada tahun 1979 (1400, menurut kalender Hijriyah). Selain itu, hadits ini mengajak kita memperhatikan kekayaan alam Afghanistan. Saat ini, kandungan minyak bumi yang besar, tambang besi dan tambang batu bara yang belum digali secara komersial telah ditemukan di sana.


3.Berhentinya aliran sungai Eufrat

Berhentinya dan terganggunya aliran sungai Eufrat merupakan salah satu tanda kedatangan Al Mahdi.

Segera sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. (HR Bukhari)

Sungai itu (Eufrat) akan memperlihatkan sebuah gunung emas (di bawah sungai itu). (Abu Daud)

Berbagai buku hadits menyebutkan kedua peristiwa ini. Al-Suyuti menyebutkan hadits ini sebagai 'berhentinya air.' Sebenarnya Bendungan Keban telah menghentikan aliran air sungai ini. Tanah sekitarnya telah menjadi sama nilainya dengan emas karena berbagai alasan, seperti dihasilkannya aliran listrik dan begitu suburnya tanah pertanian melalui fasilitas irigasi dan transportasi sejak bendungan itu dibuat. Bendungan ini menyerupai gunung betun, dan kekayaannya senilai emas yang keluar dari sungai itu. Oleh karena itu, dam ini menyerupai sifat-sifat 'gunung emas' (Allah-lah Yang Maha Tahu).


4.Gerhana bulan dan matahari di bulan Ramadhan

Ada dua tanda untuk kedatangan Al Mahdi ... Yang pertama adalah gerhana bulan di malam pertama Ramadhan, dan kedua adalah gerhana matahari di pertengahan bulan ini. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)

Akan ada dua gerhana matahari di bulan Ramadhan sebelum kedatangan Al Mahdi. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)

... Gerhana matahari di pertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya .... (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)

Telah sampai kepadaku bahwa sebelum Al Mahdi datang bulan akan gerhana dua kali di bulan Ramadhan (Diriwayatkan oleh by Abu Nu'aym in al-Fitan)


5. Munculnya sebuah komet

Sebuah bintang dengan ekor bercahaya akan muncul dari Timur sebelum munculnya Al Mahdi. (Ka'b al-Ahbar)

Sebuah komet akan muncul di Timur dengan mengeluarkan cahaya sebelum tiba. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 53)

Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)


6. Penyerbuan Ka'bah dan akibat pertumpahan darah

Orang-orang akan menunaikan ibadah haji bersama-sama dan berkumpul tanpa seorang Imam. Orang-orang yang naik haji akan dilempari dan akan ada sebuah peperangan di Mina yang menyebabkan banyak orang terbunuh dan darah akan mengalir sampai Jumratul Aqabah. (Jamra: sebuah pilar batu yang menjadi simbol Setan dan dilempari dengan batu jumrah selama ibadah haji.) (Diriwayatkan oleh 'Amr ibn Shu'ayb, al-Hakim and Nu'aym ibn Hammad) 
Orang-orang akan menunaikan ibadah haji tanpa seorang imam yang memimpin mereka. Peperangan besar akan pecah ketika sampai ke Mina dan mereka dilempari seperti anjing dilempari dan suku-suku saling menyerang satu dengan lainnya. Perselisihan ini meluas sehingga kedua kaki terkubur di genangan darah. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 35)


7. Terlihatnya api di Timur

Di bagian lain dari tanda-tanda munculnya Al Mahdi, buku Ikdidduerer menyatakan: "Munculnya sebuah kebakaran besar yang terlihat di Timur hingga mencapai langit selama tiga malam. Terlihatnya warna merah yang besar tidak semerah warna fajar lazimnya, dan merebak di atas horison. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)

Sebuah kebakaran besar akan terjadi di Timur selama 3 atau 7 hari dalam sebuah rentetan yang diikuti dengan kegelapan di langit dan warna kemerahan baru yang tidak seperti warna merah biasa yang menyebar di atas langit. Sebuah pernyataan akan didengar dalam sebuah bahasa yang dapat dipahami bumi. (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 166)

Aku bersumpah bahwa sebuah api besar akan mengurungmu. Api itu sekarang dalam keadaan padam di lembah yang disebut Berehut. Api itu menelan orang-orang dengan rasa sakit yang pedih di dalamnya, membakarnya, dan menghancurkan jiwa dan harta, dan menyebar ke seluruh dunia dengan terbang seperti awan melalui bantuan angin. Panasnya di malam hari lebih tinggi daripada suhu siang hari. Dengan berjalan hingga sedalam pusat bumi dari kepala-kepala manusia, api itu menjadi sebuah keributan besar, tepat seperti kilat antara bumi dan langit, demikian beliau bersabda. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)


8. Tanda dari Matahari

Dia (Al Mahdi) tidak akan datang, kecuali ada sebuah tanda muncul dari matahari.(Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)

Al Mahdi tidak akan datang, kecuali terbitnya matahari sebagai suatu pertanda. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 33)


9. Membangun Kembali Tempat-tempat yang Telah Hancur

Pembangunan kembali tempat-tempat yang hancur di dunia dan reruntuhan bangunan-bangunan adalah tanda dan petunjuk penting Hari Kiamat (Ismail Mutlu, K?yamet Alametleri, (Signs of the Last Day), Mutlu Publications, Istanbul, 1999, hal.138)

Senin, 15 Oktober 2012

Tentang Naskah Laut Mati


Tentang Naskah Laut Mati

Pada era  Yunani kuno  beberapa orang Yahudi  berpendapat bahwa budaya orang Yunani menarik dan cocok dengan mereka. Terutama bagi orang-orang yang sering melakukan urusan perdagagan dan bisnis dengan bangsa Yunani. Banyak orang Yahudi kemudian mengalami Helenisasi yaitu menerapakan budaya dan bahasa Yunani.  Salah satu pengaruh Helenisasi adalah Septuagint.  Kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan kedalam bahasa Yunani untuk  keperluan masyarakat Yahudi perantauan di  Yunani dan Romawi. Kitab ini muncul pada tahun 200 SM.


Septuagint, kitab Perjanjian Lama berbahasa Yunani.

Keberadaan dua kitab dengan bahasa berbeda itu menimbulkan konflik antara Yahudi Ortodoks yang mengekalkan bahasa Ibrani � dan Yahudi yang berbahasa Helenis, yaitu kalangan yang tidak bisa lagi berbahasa Ibrani. Hal itu terlihat jelas dengan adanya Dewan Gereja Yavne atau Dewan Gereja Yamnia pada tahun 90-95 M. Salah satu keputusan penting dari Dewan Gereja Yamnia adalah penolakan naskah Perjanjian Lama berbahasa Yunani yang dikenal dengan nama  Septuaginta LXX.
Perbedaan pendapat antara Yahudi dan Romawi sering terjadi. Raja Antiochus  dari Yunani penguasa Jerussalem kala itu memihak kepada Yahudi Helenis. Pertetangan tersebut berlanjut dan memuncak pada tahun 70 M, saat para Yahudi berhaluan radikal yaitu kumpulan Zealot  melancarkan pemberontakan pertama Yahudi (66-70 M) terhadap penguasa Romawi. Kaum Zealot dikenal sebagai kelompok ekstrem Yahudi. Mereka berusaha mengembangkan dan melakukan gerakan perlawanan bersenjata terhadap Romawi. Asal usul kelompok ini dapat dilihat dikalangan Yahudi Makkabi (Judas Maccabee) yang pernah berjuang menetang pendudukan kerajaan Seleucid-Helenistik terhadap Jerussalem pada tahun 166-163 SM.

Josephus Flavius, sejarahwan Romawi berdarah Yahudi mengelompokkan pecahan Yahudi menjadi tiga.

  • Pharisees,
  • Sadducees,
  • Essenes.


Zealot adalah pecahan yang keempat. Dari sisi yang lain kelompok Yahudi Essenes mengambil sikap bertentangan dengan kaum Zealot. Mereka lebih senang menggunakan pendekatan damai dan pergi ke gurun yang sepi untuk membentuk kelompok yang terpisah. Kelompok ini mirip kehidupan monistik dan memiliki kesamaan dengan kelompok Sufi dalam Islam. Dalam dunia seperti itu muncullah aliran Kristen. Dari sudut pandang orang Romawi dan Yunani, Kristen dianggap sebagai salah satu cabang dari agama Yahudi.

Pada tahun 66 M, saat kelompok Zealot semakin kuat mereka berhasil mengambil alih kekuasaan Jerussalem dari tentara Romawi. Tentara Romawi mengepung kuil Nabi Sulaiman (Solomon Temple) di Jerussalem selama empat tahun (66-70 M),  kelompok Zealot melarang semua orang Yahudi menyerahkan diri kepada pihak Roma yang sedang berkuasa. Mereka juga tidak segan-segan membunuh siapapun warga Yahudi yang mencoba melarikan diri keluar dari Jerussalem.
Ketika kesombongan Yahudi Zealot makin menjadi, tentara  Romawi semakin menunjukkan ketidaksabarannya. Adalah Jenderal Titus Flavius Vespasianus atau lebih dikenal dengan Titus panglima penaklukan Britain pada tahun 64 M. Sekali lagi pada tahun 70 M diundang khusus untuk menumpas pemberontakan Yahudi di Jerussalem. Di tahun ini pula Jerussalem dijajah dan diratakan dengan tanah, Haikal Sulaiman diratakan dengan tanah yang hanya menyisakan satu sisi dinding yang sekarang dikenal dengan sebutan Tembok Ratapan.

Titus.

Kepungan tersebut diakhiri dengan penyaliban ribuan orang Yahudi,  serta pembakaran, dan penjarahan. Kitab-kitab Yahudi dibakara, semua peralatan ibadat Yahudi dirampas dan dibawa ke Roma (relief yang menceritakan peristiwa itu ada pada Monumen Titus di Roma). Yahudi memasuki babak baru penindasan, baik di dalam Palestina maupun di luar Palestina.



Ketika Jerussalem dihancurkan oleh tentara Romawi, beberapa kelompok Yahudi Essenes dikabarkan selamat dan berlindung di dalam gua-gua di Qumran. Kemudian mereka membentuk kelompok masyarakat Yahudi di Qumran. Kemungkinan mereka berasal dari kalangan Yahudi murid-murid Nabi Yahya (John the Baptist).  Ketika bermukim di Qumran, kaum Essenes membuat salinan-salinan naskah Perjanjian Lama, tafsir ayat-ayat Perjanjian Lama, dan naskah-naskah yang berkaitan dengan kelompok itu sendiri. Kumpulan naskah itu kemudian terkenal dengan nama  Naskah Laut Mati (Dead Sea Scrolls), kumpulan naskah agama kaum Essenes yang tinggal di Qumran dan berasal dari abad ke-1 SM.

Gua-gua di Qumran tempat ditemukannya Dead Sea Scrolls

Gua Qumran berkaitan erat dengan Pegunungan Khirbet Qumran yang dihancurkan pada tahun 68 M ketika terjadi pemberontakan pertama Yahudi. Secara umum penelitian para arkeolog tentang barang-barang yang ditemukan di dalam gua itu menunjukkan tingkatan zaman. Contoh, sepotong linen yang diuji menggunakan Carbon-14  menunjukkan tarikh antara 167-233 M. Penggalian-penggalian di tempat itu menyimpulkan bahwa kemungkinan manuskrip-manuskrip di Qumran ditempatkan pada zaman pemberontakan pertama Yahudi,  yaitu pada tahun 66-70 M.

Rangkaian gua yang kedua berada di Wadi Murabba�at, memiliki sejarah tersendiri. Bermula pada tahun 1951 ketika orang Badwi menemukan empat gua di sebuah kawasan yang berjarak 20 kilometer sebelah selatan Qumran.  Penggalian berikutnya mengungkapkan bahwa gua-gua tersebut telah dihuni sejak 4000 SM hingga zaman Arab. Beberapa berfungsi sebagai tempat persembunyian pemberontak pada masa pemberontakan kedua Yahudi. Kutipan-kutipan naskah Perjanjian Lama juga ditemukan di gua ini. Meski tulisannya lebih modern daripada yang ditemukan di Qumran, secara kebetulan teks yang ditemukan dalam naskah itu sama dengan teks Masora (sejenis teks yang pada akhirnya menggantikan seluruh teks yang lain, yang menjadi dasar untuk perjanjian lama seperti sekarang ini). Sarjana Barat sepakat untuk menetapkan manuskrip-manuskrip ini dapat ditentukan tarikhnya dengan pasti yaitu pada zaman pemberontakan kedua Yahudi (132-135 M). Meski  masih ada beberapa pendapat yang meragukan ketetapan tarikh tersebut.

Naskah Dead Sea Scrolls

Kutipan Naskah Laut Mati yang berjudul �Ratapan Untuk Zion� jelas berisi sajak ratapan tentang kehancuran Jerussalem pada tahun 70 M karena dosa-dosa bangsa Israel  sendiri. Dari kutipan tersebut, terlihat bahwa inskripsi ini dan bagian lain dari Naskah Laut Mati dibuat setelah tahun 70 Masehi.

Dalam keadaan yang  serba mencekam kala itu  agama Kristen pun terpecah menjadi dua kelompok. Kristen Pauline  yang bermahzab Helenis yang dipelopori oleh Paulus. Dan Kristen Yahudi yang dipelopori oleh saudara Nabi Isa yang bernama Yakobus bin Yusuf. Dalam perkembangannya Kristen Yahudi (Judeo Kristen) dikalahkan oleh Kristen Pauline yang dekat dengan penguasa. Hingga sekitar tahun 300-an kaisar Roma menjadikan agama kristen mazhab Pauline menjadi agama resmi negara. Dengan latar belakang keadaan yang seperti itu, terbentuklah kitab Perjanjian Baru.

Sumber: Jejak Yakjuj Makjuj Dalam Inskripsi Yahudi (Wisnu Sasongko)

Bencana Umat Akhir Zaman


Bencana umat akhir zaman...


Bencana akan tiba bila kita umat akhir zaman melakukan 15 perkara ini.
by Syargawi Hj Omar on Tuesday, November 30, 2010 at 9:11am via Facebook

Penjelasan Rasulallah SAW mengenai bencana sering dikaitkan dengan pra-kondisi sebelum terjadinya bencana tersebut. Hadist riwayat imam Atturmudzi, dan yang menghimpun hadis ini adalah ulama Alwalial annajdwi yang menghimpun 40 hadis yang menerangkan tentang bencana, dan ketika dia metafsirkan hadis ini dia memberi judul 5 kederhakaan / kemaksiatan yang dapat menyebabkan datangnya bencana.

Dari Ibnu Ali bin Abi Thalib berkata, bahwa Rasulallah telah bersabda : Bilamana umatku telah mengerjakan 15 perkara ini, maka bala bencana pasti akan turun menimpa mereka, sahabat bertanya apa 15 perkara itu ya Rasulallah, Rasulallah bersabda Bala akan datang bilamana :

1. Harta Negara hanya beredar (dipegang) dikalangan orang-orang tertentu (fenomena ini sudah mewarnai negeri kita, betapa banyaknya masyarakat kita yang berada dibawah garis kmiskinan dan jumlah mereka semakin bertambah dengan smakin banyaknya bencana yg menimpa negeri ini).

2. Apabila amanah telah dijadikan sumber keuntungan (Bilamana Pemimpin atau pegawai atau pekeja bawahan menjadikan amanah dari rakyat itu sebagai satu sumber keuntungan).

3. Apabila zakat dijadikan hutang. (orang-orang kaya di negeri ini semakin enggan membayar zakat)

4. Bala akan datang bilamana suami menurut kemahuan isteri.(Queen Control)

5. Anak durhaka terhadap ibunya (fenomena ini terjadi)

6. Sedangkan ia berbuat baik kepada teman sebayanya (pada kehidupan keluarga)

7. Menjauhkan diri dari ayahnya.

8. Suara-suara ditinggikan di dalam masjid (Masjid dijadikan tempat kempen politik dan perbincangan sia-sia).

9. Pemimpin suatu kaum adalah orang yang terhina diantara mereka.(banyaknya pemimpin yg dipilih dari golonganya sendiri dengan dalih kebenaran menurut golongan mereka sendiri).

10. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatanya ( Banyak orang yang dihargai kerana usaha kemaksiatanya, kemudaratannya, ketamakanya dll)

11. Khomer / arak (minuman beralkohol) sudah diminum segala tempat (sudah banyak ditemui di tempat-tempat umum secara terang-terangan).

12. Kain sutra banyak digunakan oleh kaum laki-laki (kaum lelaki sudah khilaf dengan kemewahan).

13. Para Biduwan-wati / penyanyi dan artis disanjung2 (fenomena sudah terjadi di Malaysia dg kemunculan pertandingan menjadi penyanyi dan artis pilihan seperti pertandingan pencarian bakat dan segala bentuk hiburan yang melalaikan).

14. Musik banyak dimainkan (musik sudah dijadikan hiburan utama).

15. Generasi akhir umat ini melaknat / menyalahkan generasi pertama yakni para sohabat radiallahu anhum ajmain (generasi umat sekarang bermain dengan berbagai filosofi pemikiranya).

Akhir dari sabda Rasulallah SAW adalah :
Maka hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau mereka dirubah menjadi mahluk yang lain apabila mereka telah melakukan 15 perkara tersebut.
Beginilah seharusnya seorang mukmin memandang bencana. Dalam Al-quran surat Ali imron, ayat 83 �Apakah mereka mencari selain agama Allah, padahal tunduk berserah diri segala yang ada dilangit dan di bumi dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah SWT kembalinya segala sesuatu�

Adakah ini yang sedang terjadi, betulkah kita sedang berada di akhir zaman, adakah juga kejadian kejadian sekarang, juga malapetakan serta bencana alam yang terjadi sekarang ni merupakan tanda-tanda kita sedang berada di akhir zaman..? 

Sabtu, 06 Oktober 2012

Dahsyatnya Sakaratul Maut




DAHSYATNYA SAKARATUL MAUT
Tatkala ajal seorang hamba telah sampai pada waktu yang telah Allah tentukan, dengan sebab yang Allah takdirkan, pasti dia akan merasakan dahsyat, ngeri, dan sakit yang luar biasa karena sakaratul maut, kecuali hamba-hamba-Nya yang Allah istimewakan. Mereka tidak akan merasakan sakaratul maut kecuali sangat ringan. Sebagaimana firman Allah:

�Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.� (Qaf: 19)

Rasulullah n bersabda:

??? ?????? ?????? ?????? ????? ?????????? ?????????

�Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Sesungguhnya kematian ada masa sekaratnya.� (HR. Al-Bukhari)

Allah dengan rahmah-Nya telah memberitahukan sebagian gambaran sakaratul maut yang akan dirasakan setiap orang, sebagaimana diadakan firman-Nya:

�Maka mengapa ketika nyawa sampai di tenggorokan, padahal kamu ketika itu melihat, sedangkan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?� (Al-Waqi�ah: 83-87)

Al-Imam Ibnu Katsir t berkata: �Allah berfirman, �Maka ketika nyawa sampai di tenggorokan�, hal itu terjadi tatkala sudah dekat waktu dicabutnya. �Padahal kamu ketika itu melihat�, dan menyaksikan apa yang dia rasakan karena sakaratul maut itu. �Sedangkan Kami (para malaikat) lebih dekat terhadapnya (orang yang akan meninggal tersebut) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat mereka� (para malaikat). Maka Allah menyatakan: Bila kalian tidak menginginkannya, kenapa kalian tidak mengembalikan ruh itu tatkala sudah sampai di tenggorokan dan menempatkannya (kembali) di dalam jasadnya?� (Tafsir Al-Qur�anil �Azhim, 4/99-100)

Allah berfirman:

�Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke tenggorokan, dan dikatakan (kepadanya): �Siapakah yang dapat menyembuhkan?�, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Rabbmu lah pada hari itu kamu dihalau.� (Al-Qiyamah: 26-30)

Al-Imam Ibnu Katsir t berkata: �Ini adalah berita dari Allah l tentang keadaan orang yang sekarat dan tentang apa yang dia rasakan berupa kengerian serta rasa sakit yang dahsyat (mudah-mudahan Allah meneguhkan kita dengan ucapan yang teguh, yaitu kalimat tauhid di dunia dan akhirat). Allah mengabarkan bahwasanya ruh akan dicabut dari jasadnya, hingga tatkala sampai di tenggorokan, dia meminta tabib yang bisa mengobatinya. Siapa yang bisa meruqyah? Kemudian, keadaan yang dahsyat dan ngeri tersebut disusul oleh keadaan yang lebih dahsyat dan lebih ngeri berikutnya (kecuali bagi orang yang dirahmati Allah). Kedua betisnya bertautan, lalu meninggal dunia. Kemudian dibungkus dengan kain kafan (setelah dimandikan). Mulailah manusia mempersiapkan penguburan jasadnya, sedangkan para malaikat mempersiapkan ruhnya untuk dibawa ke langit.

Sumber